Recents in Beach

Hipnoterapi untuk Mengatasi Persoalan Seksual

Suatu siang, saat break usai sesi hipnoterapi klien, sebuah pesan masuk di aplikasi watshap saya terima dari seorang klien yang dua hari sebelumnya menjalani sesi hipnoterapi bersama pasangan; “
Alhamdulillah Pak Anwar, kelihatannya kami sudah ada perubahan, istri saya sudah mulai merasakannya. Dan saya juga merasakan ada perubahan dalam diri saya
Klien ini sebut saja namanya Pak Andri, datang ke klinik hipnoterapi Pekanbaru bersama istrinya Bu Rina untuk mengatasi masalah seksual istrinya.

Pada awalnya melalui telepon Pak Andri meminta saya membantu menerapi istrinya, karena selama 7 tahun pernikahan mereka, istrinya belum pernah merasakan orgasme, bahkan merasa kesakitan atau nyeri pada organ intim setiap kali berhubungan seksual.

Karena seksual menyangkut hubungan kedua pihak, saya meminta komitmen Pak Andri untuk juga terlibat dalam proses konsultasi atau hipnoterapi, dan juga memastikan bahwa istrinya benar-benar mau diterapi.

Setelah melakukan penjelasan secara detail dan mendalam tentang apa itu hipnoterapi, bagaimana cara kerja pikiran sadar dan pikiran bawah sadar, serta menggali informasi awal tentang penyebab munculnya gangguan seksual pada Bu Rina dan dan Pak Andri, klien pun dibimbing untuk masuk ke kondisi hipnosis. Proses hipnoterapi dilakukan secara personal sebanyak dua sesi, sesi pertama untuk Bu Rina dan sesi kedua untuk Pak Andri.

Melalui hipnoterapi pada Bu Rina, dengan kedalaman hipnosis tertentu sesuai yang dibutuhkan untuk dapat menjangkau akar masalah, terapis menemukan beberapa kejadian yang memiliki muatan emosi negatif sangat intens seperti marah, kesal dan perasaan takut. Dengan teknik tertentu, emosi negatif tersebut dapat dengan mudah di release dan dinetralkan.

Terhadap Pak Andri, saya juga melakukan terapi untuk membereskan aspek emosi negatif, terutama terhadap pasangannya. Karena istri seringkali menolak saat diajak melakukan hubungan suami istri, dan karena melihat istri sering kesakitan, membuat dirinya selalu mempercepat proses, dan akibatnya beliau mengalami ejakulasi dini.

Setelah sesi terapi saya meminta keduanya melaporkan hasil "uji laboratorium" di rumah, sesegera mungkin.
Dan...hal yang menggembirakan bagi saya sebagai terapis, adalah menerima laporan perubahan positif, setelah memfasilitasi klient yang berkomitmen untuk berubah, sembuh dan menjadi lebih baik.

Demikianlah kenyataannya.

Posting Komentar

0 Komentar